Pengrajin perak di Kotagede muncul seiring dengan
lahirnya Kerajaan Mataram. Secara Kotagede merupakan daerah bekas ibukota
kerajaan Mataram yang didirikan oleh Panembahan Senopati. Kerajinan perak
berkembang juga tidak luput oleh adanya VOC yang memasuki kota Yogyakarta sekitar
abad ke-16. Dikala itu, pedagang VOC banyak yang memesan perabotan rumah tangga
terhadap penduduk Kotagede. Perabotan tersebut terbuat dari emas, perak,
tambaga dan kuningan.
Hingga sampai saat ini banyak masyarakat Kotagede
yang masih menggeluti usaha Perak. Jenis perak yang dijual di Kotagede pun
beragam. Akan tetapi sebagian besar menjual perak 925 yang memiliki menunjukan
prosentase kandungan perak yang terdapat didalamnya. 925 berarti 92.5% perak +
7.5% tembaga.Hal ini dikarenakan kalau dibuat 100% perak murni maka akan
terlalu lunak.
Keunggulan dari
kerajinan perak Kotagede adalah produknya yang halus, dan bagus dengan proses
pembuatan yang telaten sehingga menghasilkan kerajinan yang bernilai khas
tinggi. Kerajinan perak merupakan kerajinan yang sudah melegenda sejak abad ke-
16 sehingga kerajinan perak tetap dipertahankan keasliannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar